We are Currently offering $1.25 Per Friend that Registers for Free!
Powered by MaxBlogPress 

Kalau mau ya “MINTA” saja

minta-donkBanyak yang menghindari perbuatan yang satu ini, memang kalau dilihat dari pandangan orang banyak perbuatan meMINTA itu lebih cendrung memiliki arti yang negatif apalagi kalau dibandingkan dengan pepatah “Lebih baik memberi daripada menerima”.

Karena dianggap negatif itulah maka biasanya kita malu untuk meminta, gengsi donk!
Jangan menilai jelek dulu, justru meminta merupakan awal dari terwujudnya goal anda. Tanpa melakukan permintaan, tidak akan tercapai pula cita-cita anda.
Loch…

Coba lihat beberapa contoh dibawah ini;
- Saat beribadah, kita melakukan doa [MINTA ke Tuhan]
- Waktu kecil ada tukang es lewat depan rumah [MINTA dibeliin ama emak]
- Ngelamar pekerjaan [MINTA diberi pekerjaan]
- PeDeKaTe ke Cewe/Cowo yang ditaksir [MINTA perhatian khusus]
- Anda melakukan promosi produk[MINTA produk tersebut dibeli], dll…
Hayo… disadari atau tidak, ternyata kita ini juga tukang minta-minta hehehehe…

Singkatnya, jangan malu meminta karena inilah awal terwujudnya target-target anda. Hanya saja meMINTAnya khan ada caranya dan harus lebih kreatif agar tidak dipandang jelek oleh orang yang diminta.

jadi…
Jika ingin sesuatu ya tinggal minta, paling-paling dikabulkan atau ditolak.

Dongeng sebelum tidur | Pipa & Ember

jaringanSaya pernah liat kisah ini di komputernya temen, judul aslinya kalau ga salah sech Pipa & Ember lupa karangan siapa jadi jadi credit by yang bikin aja yach [kalau ada yang tau, ingetin saya nama pengarangnya].

Baiklah anak-anak sekarang Om Firza mau cerita Pipa dan Ember karangan “yang bikin donk”.

Pada zaman dahulu, disebuah desa yang asri ada dua orang sahabat “Pipo & Embro” yang berdiskusi tentang masa depannya kelak. Sebagai anak muda mereka sepakat untuk mencari pekerjaan apapun untuk mendapatkan penghasilan dan pengalaman. Setelah cari sana sini, akhirnya mereka menemukan lowongan pekerjaan dari kepala desa yang mereka anggap cocok untuk mereka berdua.
Pekerjaannya sangat sederhana, ambil air bersih lalu bawa ke penampungan air desa dan dibayar per Liternya. Mereka lalu bergegas ke sumber mata air terdekat yang ada di bukit dekat desa mereka. Dari pagi hingga sore mereka bekerja dengan semangat, dan malamnya menghitung pendapatan masing-masing.

Sebelum tidur, Pipo mendapat ide, “Aku harus membangun saluran air dari sumber mata air ke desa agar nantinya aku tidak perlu susah-susah mengangkut air pakai ember lagi…”

Esok harinya Pipo mengajak Embro bekerja sama untuk membangun saluran air, tapi Embro menolak mentah-mentah “Sia-sia bro, loe khan liat tu sumber mata airnya jauh diatas bukit noh… aku pakai ember yang lebih gede aja lah, badanku khan kekar”
Walaupun kecewa tapi Pipo maklum dan menghargai pendapat temannya lalu melanjutkan pekerjaan mengangkat air, Namun rencana Pipo tetap dijalankan setiap akhir pekan ia gigih membangun saluran air.

Tidak terasa waktu berjalan berjalan, Embro telah mempunyai Rumah, Sawah, Hewan ternak, dll… Dan berhasil menikahi kembang desa. Tapi dia kurang memperhatikan kesehatannya,gaya hidupnyapun sudah berubah, hampir setiap malam pergi clubing padahal besok paginya harus ngangkut air lagi.

Bagaimana dengan Pipo? Lumayan… walaupun penghasilannya tidak sebesar Embro tapi dia telah mempunyai tabungan yang lumayan, kehidupannya cukup sederhana. Kegiatan rutinnya tetap dilakukan, betah membangun saluran air sejengkal demi sejengkal walaupun lokasi pembangunan saluran itu sangat berbatu, tapi Pipo tetap berusaha mencangkul tanah yang akan dijadikan pondasi saluran airnya.

Reaksi penduduk desapun sangat negatif, mereka mentertawakan Pipo “Jangan lakukan hal yang sia-sia wahai anak muda…!” dan masih banyak lagi jenis cemooh sebagai makanan sehari-hari untuk Pipo.

Beberapa tahun kemudian.
Kondisi fisik Embro tidak seperti dulu lagi, sekarang dia sering sakit-sakitan sehingga penghasilannya merosot drastis [tidak bekerja = tidak dapat duit].
Sedangkan Saluran air Pipo telah selesai 100%, beratus keping duit diterima setiap satu menitnya dan berjalan tiada henti 24jam/hari. Sekarang Pipo dapat menikmati hasilnya walaupun dalam keadaan tidur, namun selama air tetap mengalir, Pipo tetap dapat duit.

SELESAI…!

Bagaimana anak-anak?
Asik khan ceritanya… loch kok malah tidur.:lirik:

More Articles

Internet marketing sama seperti mancing di empang

Hati-hati menggunakan kata “LuarBiasa”

Resep sederhana agar kaya akan ide