Penghasilan Melimpah Dari Internet
Powered by MaxBlogPress 

Dongeng sebelum tidur | Pipa & Ember

jaringanSaya pernah liat kisah ini di komputernya temen, judul aslinya kalau ga salah sech Pipa & Ember lupa karangan siapa jadi jadi credit by yang bikin aja yach [kalau ada yang tau, ingetin saya nama pengarangnya].

Baiklah anak-anak sekarang Om Firza mau cerita Pipa dan Ember karangan “yang bikin donk”.

Pada zaman dahulu, disebuah desa yang asri ada dua orang sahabat “Pipo & Embro” yang berdiskusi tentang masa depannya kelak. Sebagai anak muda mereka sepakat untuk mencari pekerjaan apapun untuk mendapatkan penghasilan dan pengalaman. Setelah cari sana sini, akhirnya mereka menemukan lowongan pekerjaan dari kepala desa yang mereka anggap cocok untuk mereka berdua.
Pekerjaannya sangat sederhana, ambil air bersih lalu bawa ke penampungan air desa dan dibayar per Liternya. Mereka lalu bergegas ke sumber mata air terdekat yang ada di bukit dekat desa mereka. Dari pagi hingga sore mereka bekerja dengan semangat, dan malamnya menghitung pendapatan masing-masing.

Sebelum tidur, Pipo mendapat ide, “Aku harus membangun saluran air dari sumber mata air ke desa agar nantinya aku tidak perlu susah-susah mengangkut air pakai ember lagi…”

Esok harinya Pipo mengajak Embro bekerja sama untuk membangun saluran air, tapi Embro menolak mentah-mentah “Sia-sia bro, loe khan liat tu sumber mata airnya jauh diatas bukit noh… aku pakai ember yang lebih gede aja lah, badanku khan kekar”
Walaupun kecewa tapi Pipo maklum dan menghargai pendapat temannya lalu melanjutkan pekerjaan mengangkat air, Namun rencana Pipo tetap dijalankan setiap akhir pekan ia gigih membangun saluran air.

Tidak terasa waktu berjalan berjalan, Embro telah mempunyai Rumah, Sawah, Hewan ternak, dll… Dan berhasil menikahi kembang desa. Tapi dia kurang memperhatikan kesehatannya,gaya hidupnyapun sudah berubah, hampir setiap malam pergi clubing padahal besok paginya harus ngangkut air lagi.

Bagaimana dengan Pipo? Lumayan… walaupun penghasilannya tidak sebesar Embro tapi dia telah mempunyai tabungan yang lumayan, kehidupannya cukup sederhana. Kegiatan rutinnya tetap dilakukan, betah membangun saluran air sejengkal demi sejengkal walaupun lokasi pembangunan saluran itu sangat berbatu, tapi Pipo tetap berusaha mencangkul tanah yang akan dijadikan pondasi saluran airnya.

Reaksi penduduk desapun sangat negatif, mereka mentertawakan Pipo “Jangan lakukan hal yang sia-sia wahai anak muda…!” dan masih banyak lagi jenis cemooh sebagai makanan sehari-hari untuk Pipo.

Beberapa tahun kemudian.
Kondisi fisik Embro tidak seperti dulu lagi, sekarang dia sering sakit-sakitan sehingga penghasilannya merosot drastis [tidak bekerja = tidak dapat duit].
Sedangkan Saluran air Pipo telah selesai 100%, beratus keping duit diterima setiap satu menitnya dan berjalan tiada henti 24jam/hari. Sekarang Pipo dapat menikmati hasilnya walaupun dalam keadaan tidur, namun selama air tetap mengalir, Pipo tetap dapat duit.

SELESAI…!

Bagaimana anak-anak?
Asik khan ceritanya… loch kok malah tidur.:lirik:

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • Facebook
  • Mixx
  • Furl
  • Spurl

Related Posts



Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

17 Comments


wah dongengnya manjur..saya jadi pengen bobok (secara sudah malam juga sih..) :sip:

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

:lempar:aw

[Balas komentar]


Intinya… bangunlah aset yg akan bekerja sekalipun anda sudah bobo baca dongeng ini. Bukan begitu mas?

Hehehe…

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

Yoi mas, Awalnya memang ga enak tapi kalo salurannya udah kelar baru bisa aktifkan status “Nyantai Mode On”
Ehehehe…

[Balas komentar]


Wah karna gw belum mau tidur, tar aja bacanya sob, takut jadi ngantuk, gak bisa nonton bola tar :hihi:

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

:nangis:

[Balas komentar]


Wah, karena udah jam segini, saat-nya mandi dan berangkat kerja. So ntar malem aja balik lagi buat dongeng sebelum tidur, ocre? :hehe:

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

:hehe:ntar sebelum bobo’ mampir doloh yaw

[Balas komentar]

habibie reza Reply:

Haha..sori Mas Fir, baru bisa maen ‘n baca dongeng lagi.. tapi tetap kupenuhi janjiku ‘kan, :hehe:

Ceritanya oke punya;
#1 Kita mesti kerja cerdas juga disamping kerja keras;
#2 Jangan sampai lupa daratan sekalipun sukses sudah diraih;
#3 Senada dengan Mas Arief, Bangunlah aset yg akan bekerja sekalipun anda sudah bobo baca dongeng ini. :hihi:

Bikin pasif income gitu, nice post Mas Fir! :sip:

[Balas komentar]


jadi intinya membangun sesuatu demi pasif income begitu ?

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

hu uh, apapun jenis usahanya namun jika bisa memberi pasif income ya hajar saja. Dgn catatan sebelum saluran air itu kelar 100%, Pipo tetap mengangkut air dengan ember setiap hari agar kebutuhan primernya ttp terpenuhi.

[Balas komentar]


bangunlah aset, karena aset tak ada matinya….heheheheheheh
itu yang saya tangkap…(halah..kaya nangkap maling aja)
:mataduitan::mataduitan::mataduitan::mataduitan::lompat::lompat::lompat:

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

:lompat:Beeetttttuuuullll……

[Balas komentar]


Dongengnya bikin ga bisa tidur, pengennya kerja terus membangun aset, berinovasi, dan berkreasi.
Mantap mas … Dongengnya.

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

:sip:berkreasi tiada henti, tapi jgn lupa bobo’ loch supaya kondisi fisik selalu segar bugar+dpt wangsit yang maknyus lewat mimpi, bukannya semua kemajuan diawali dari mimpi :uhuk:

[Balas komentar]


ups.. kok dua ya..
yg pertama salah tuh, please didelete ya..

[Balas komentar]

firza abdi Reply:

:hihi:baiklah, doa anda saya kabulkan:hihi:

[Balas komentar]

Leave a comment

(required)

(not displayed) (required)

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »


We use Thank Me Later.